Na Bacut

April 24, 2008

Para blogger yang terhormat,

Terima kasih atas kunjungan sobat ke ranah maya ini. Tercurahkan ribuan terima kasih dan asa yang tak terhingga..!!! Mohon maaf bila kurang nyaman melirik gubuk reot ini. Sebab masih terus utak-atik. Begitu pula bila ada ‘sedekah’ komentar yang masih harus menunggu moderasi, itu bukan kehendak pribadi, dan bukan pula kesalahan di layar kompoter sobat, tapi memang ada di weblog ini, hehehe. Maklum masih terus diperbaiki.

Chopss…, ada satu lagi, http://pedagangkata.blogspot.com/ jika berkenan mohon disinggahi juga.. seng kayu, eh thanks u.

Salam

Moun Saja

“Wagito bin Wagiman”

April 24, 2008

(Refleksi 803 Tahun Kota Banda Aceh)

Oleh Munawardi Ismail*

JUDUL di atas tidak dikutip dari nama orang yang mungkin sedang menjadi pembincangan hangat korban tsunami. Dia bukan nama keusyik di pedalaman Aceh yang berangkat ke Jakarta menuntut pemekaran. Bukan pula koruptor yang lagi diuber polisi. Keduanya bukan juga korban tsunami yang memperoleh rumah ganda. Baca entri selengkapnya »

SEBUAH bundelan setebal kotak korek api, dibolak-balik pria ini. Dia sedikit menggores salah satu lembaran di bundel itu. Usai memberi tanda silang, lembaran koran pun kembali dilahapnya hingga tundas. Kebetulan hari itu berita utamanya menyangkut kasus yang sudah dia selidiki. Baca entri selengkapnya »