Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias Kuntoro Mangkusubroto mengatakan dirinya akan diundang untuk berpidato dihadapan sidang Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). “Saya diminta untuk berbicara di sidang PBB di New York untuk proses transformasi PBB untuk membagi pengalaman BRR dalam membangun kembali Aceh dan Nias pascatsunami,” aku Kuntoro di Banda Aceh, Selasa (22/5).

Menurut mantan Direktur PT PLN itu, undangan untuk berbicara di hadapan sidang PBB di New York itu disampaikan secara lisan oleh Menteri Parliamentary Under-Secretary Department for International Development Gareth Thomas, saat Kuntoro mengadakan lawatan ke London pertengahan Mei lalu. Namun, jadwal pastinya belum diketahui.

Kuntoro mengatakan, undangan yang disampaikan Gareth Thomas itu dalam rangka restrukturisasi atau transformasi PBB. Bukan hanya Gareth Thomas, menteri dari Belanda dan Uni Eropa juga meminta BRR menjadi model untuk proses transformasi PBB di masa mendatang. “Menteri Gareth Thomas mengatakan, kenapa kita ingin transformasi atau restrukturisasi PBB, karena kita (Inggris –red.) ingin menambah bantuan untuk PBB,” sebut Kuntoro.
Dalam lawatan ke Inggris, Belanda, dan Swedia, Kuntoro mendapat banyak masukan dari negara-negara Uni Eropa tersebut. Salah satunya, mereka menginginkan BRR untuk ikut membantu menangani proses reintegrasi yang saat ini dimandatkan kepada Badan Reintegrasi Damai Aceh. Namun, Kuntoro menyebutkan bahwa lembaga yang dipimpinnya tidak mempunyai mandate untuk menangani proses reintegrasi pascaberakhirnya konflik berkepanjangan di Serambi Mekkah ini. “Namun saya sampaikan kepada negara-negara Eropa itu, kalau mereka ingin BRR menangani masalah reintegrasi, sebaiknya wakil-wakil mereka menyampaikan masukan ini kepada Pemerintah Indonesia di Jakarta,” kata dia.
Kendati demikian, Kuntoro menyebutkan, selama ini secara tidak langsung BRR juga telah membantu memperlancar proses reintegrasi pascakonflik. “Secara pribadi saya tidak ada masalah untuk itu, tapi saya tegaskan bahwa BRR secara tidak resmi sudah melakukan, tapi kita tidak punya mandat untuk itu,” lanjutnya
Negara-negara Eropa juga memuji kemajuan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh dan Nias. Menurut Kuntoro, pihak internasional tidak lagi mempertanyakan BRR berhasil atau tidak dalam menangani Aceh dan Nias pasca-remuk dilumat tsunami. ”Barat atau internasional tidak bertanya lagi kita berhasil atau tidak. Internasional bertanya kenapa BRR berhasil, sementara di negara lain belum,” kata dia.
Bahkan, negara-negara Eropa juga memuji langkah BRR yang akan menyelesaikan mandatnya pada April 2009 ini. ”Mereka gembira sekali bahwa BRR tegas akan meninggalkan Aceh dan Nias pada April 2009 nanti. Dan BRR sudah mulai melaksanakan proses transisi kepada Pemerintah Daerah Aceh,” lanjutnya.